I
Menerima kecaman , adalah lumrah bagi seseorang manusia . Tak kisah samada manusia itu lelaki , perempuan , khunsa ataupun tak berjantina . Selagi manusia itu mempunyai akal yang sempurna , kecaman itu adalah lumrah kehidupan , sama semacam kamu makan . Cuma , tambahan fakta , orang tak berakalpun kadang kadang turut terkena tempiasnya .
Kecaman , biasanya diluahkan secara lisan seperti memaki , mengumpat dan mengutuk , juga tak banyak cara untuk meluahkan-nya secara tindakan . Tetapi , perlu juga ambil perhatian , menunjuk-kan jari tengah kamu sambil mengangkat - angkatnya juga , satu tindakan mengecam .
Orang mengecam sebenarnya banyak sebab . Sebab yang biasa atau familiar tentu saja tak berpuas hati terhadap pesaingnya . Macam jiran sebelah kamu beli kereta Toyota Vios , tapi kamu hanya mampu membeli Produa Kelisa . Bila , jiran kamu membasuh kereta dihadapan rumahnya , kamu pun memberi kecaman seperti "ala , beli kereta mahal mahal tu mampu bayar ke ?" . Sebab sebab lain yang tak beberapa terkenal , seperti kamu datang kenduri , tetapi tak tolong angkat pinggan , lap cawan dan sental kuali . Pelik kan ?
Tapi itu adalah realiti yang sedang aku hadapi . Berhadapan kecaman dari pihak yang mengatakan aku seorang yang tak mementing erti persaudaraan . Bahkan bukan aku seorang sahaja , seluruh keluarga aku dikecam dengan hebat .
Alasan nya , aku sekeluarga tidak menitikkan erti persaudaraan dalam saudara , tak pandai untuk bergotong royong dalam erti persaudaraan dan pelbagai lagi dalam kata persaudaraan .
Pelik dengan ragam manusia .
II
Aku orang Rawang . Dilahirkan di Hospital Universiti Petaling Jaya (PPUM selepas dijenamakan) , membesar di Rawang , menghirup asap kilang simen Rawang , ramai kawan di Rawang , menghabiskan masa persekolahan di Rawang , tuisyen di Rawang , malah bakal isteri aku pun orang Rawang .
Orang Rawang tak sama dengan orang Kuang . Memang tak sama . Langsung tak sama . Ibarat langit dan bumi . Ibarat kuali dan guli . Kalau orang Rawang shopping di Midvelley , orang Kuang bershopping hanya di Hiongkong . Kalau orang Rawang , makan dihidang tapi orang Kuang bersusah payah untuk menghidang . Kalau orang Rawang , anak "potong" tak heboh heboh , tapi orang Kuang kalau anak "potong" , heboh sepekan . Kalau boleh siap nak buat banner .
III
Orang Rawang , bukan tak pandai buat kerja rumah , cuma keadaan tak mendesak untuk membuat sebegitu . Adik beradik empat , campur mak ayah jadi enam . Tak kan nak basuh kain untuk enam orang , nak tunjuk rajin membasuh kain dari pagi sampai malam . Itu bodoh namanya .
Orang Rawang , makan tak banyak macam orang Kuang . Kalau orang Kuang makan seguni beras untuk sebulan , tetapi orang Rawang hanya sebungkus 10Kg beras saje sebulan . Itupun kadang kadang berbalance . Macam tu juga bawang , orang Rawang mungkin seruas untuk sehari , tapi orang Kuang serajang untuk seminggu . Tak kan orang Rawang nak jadi bodoh kupas bawang banyak banyak sehari walhal nak guna hanya seruas je .
Orang Rawang , buat sesuatu biar sederhana tetapi puas hati . Tapi orang Kuang buat sesuatu nak menunjuk nunjuk . Nak tunjuk , "akula rajin !! " , "rumah aku paling banyak buat kenduri !!" , "anak anak aku rajin , tak macam anak orang Rawang" . Celakak
Orang Rawang tak suka gaduh gaduh . Tapi orang Kuang amat gemar kelahi . Masing masing nak tunjuk siapa paling besar , siapa paling berkuasa dan siapa paling hebat menindas . Yang tua Wajib dihormati , dan yang muda Wajib dibuli .
Orang Rawang , tak pernah marah marah dan meninggi suara pada emak orang Rawang , tapi orang Kuang acapkali buat mak Orang Kuang kecil hati . Ni bukan orang Rawang reka cerita , tapi mak orang Kuang yang cerita . Tak percaya boleh tanya mak orang Kuang .
Mak orang Rawang , hari hari telefon mak orang Kuang , tapi orang Kuang sendiri pun jangankan telefon , datang pun sebab bersebab , selepas isteri lumpuh baru jenguk mak orang Kuang , selepas jatuh muflis baru jenguk mak orang Kuang , selepas menderita hepetisis B baru jenguk mak orang Kuang . Waktu senang , langsung tak ingat .
IV
Dan akhir sekali , mak orang Rawang selalu pesan pada orang Rawang , "biar orang jahat buat kita kutuk kita , tapi kita jangan berdendam pada dia " , tak macam orang Kuang , walaupun dinasihatkan oleh mak orang Kuang "Tak elok berdendam , biar orang buat kita , tapi kita jangan berdendam pada orang " , tetapi orang Kuang tetap " kau tunggu waktu kau nanti !!!!! "
Rindu pada mak orang Kuang .
~ cau ~
maafkan aku
9 hours ago

